Survei Populix: 65 Persen Muslim Indonesia Dukung Boikot Produk Terafiliasi Israel

Layanan penyedia knowledge Populix mengutarakan hasil https://elfloristbekasi.com/ belajar yang mengulas tentang sentimen publik pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia atau MUI Nomor 83 tentang bantuan untuk perjuangan Palestina. Fatwa MUI itu disebutkan sudah mencapai tingkat kesadaran yang tinggi hingga mencapai 94 persen di kalangan masyarakat Indonesia. “Baik di kalangan masyarakat muslim maupun non-muslim,” kata Vivi Zabkie, Head of Social Research Populix lewat keterangan tertulis, Rabu 21 Fabruari 2024.

Fatwa itu menurutnya membangkitkan seruan boikot kuat pada product yang terafiliasi bersama dengan Israel ke bermacam kalangan. “Hal ini kemungkinan berlangsung sebab isu ini adalah isu kemanusiaan yang tidak mengenal sekat agama,” ujar Vivi. Dampak dari gerakan boikot itu sudah terasa dirasakan oleh perusahaan dan terhitung merek yang dikaitkan mempunyai afiliasi bersama dengan Israel.

Survei Populix itu melibatkan 1.058 responden yang mayoritas kalangan milenial dan Gen Z dari kalangan menengah ke atas, serta 80 persen berdomisili di Pulau Jawa, Sumatra (11%), dan pulau lain (9%). Statusnya antara lain masih lajang (57%), menikah dan miliki anak (36%), dan mayoritas pekerja (60%). Responden penganut agama Islam sebanyak 87 persen, selebihnya empat agama lain di Indonesia.

Dari kalangan responden muslim, mereka yang mematuhi fatma MUI berikut sebanyak 65 persen. Motivasi utama responden untuk mematuhi fatwa adalah untuk tunjukkan solidaritas pada Palestina dan mengatasi kasus kemanusiaan di lokasi tersebut. Alasan lain untuk memprotes agresi militer Israel, dan menolong aksi boikot sebagai alat ekonomi dan politik.

Meskipun sebagian besar responden muslim tunjukkan setuju bersama dengan fatwa dan berkomitmen untuk patuh, tapi fatwa itu tidak seutuhnya diterima oleh masyarakat Indonesia. Sebab tersedia 26 persen responden yang masih ragu-ragu. Mereka mengutarakan ketidakpastian tentang implikasi praktis dari boikot dan terasa tidak cukup terinformasi untuk memicu keputusan.

Sementara itu tersedia 9 persen responden yang menentang fatwa. Mereka tunjukkan penolakan sebab terasa tidak cukup percaya pada efektivitas boikot untuk mengatasi isu sosial dan politik, serta mengekspresikan permohonan untuk miliki otonomi didalam pemilihan produk. Dinamika ini menurut Vivi, mencerminkan pandangan masyarakat pada isu Palestina-Israel dan tunjukkan bahwa tersedia bermacam pandangan yang wajib dipahami lebih lanjut.

error: Content is protected !!