Penyakit COVID-19 di Indonesia Dikala Varian KP.1 dan KP.2 Di Singapura

Belum Ditemukan di Indonesia
Walaupun demikian, sampai Mei 2024, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengonfirmasi bahwa varian KN belum ditemukan di Indonesia.

“Hingga Mei 2024, kasus COVID-19 yang beredar di Indonesia didominasi oleh subvarian Omicron JN.1.1 dan JN.1 dan JN.1.39. Bila subvarian KP, belum ditemukan,” tutur Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril, Sp.P, MPH, via keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Rabu, (22/5).

Diakui Syahril, kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia 777 slot online sampai Mei 2024 mengalami peningkatan pada minggu ke-18 sebesar 11,76 persen dibandingi minggu sebelumnya.

Mengacu data GISAID Indonesia 2024, saat ini sebagian besar kasus masih didominasi varian JN.1.

Kasus Rawat Inap Tidak Meningkat
Walaupun terjadi peningkatan kasus COVID, Syahril menekankan, hal itu tidak ditiru dengan peningkatan angka rawat inap (hospitalisasi) dan kematian.

Data Laporan Mingguan Nasional COVID-19 Kemenkes RI periode 12-18 Mei 2024 mencatat, terdapat 19 kasus konfirmasi, 44 kasus rawat ICU, dan 153 kasus rawat isolasi. Tren positivity rate mingguan COVID-19 di Indonesia di angka 0,65% dan nol kematian. Tren orang yang dites per minggu mencapai 2.474 orang.

Strategi Indonesia Hadapi COVID-19
Pemerintah Indonesia telah mempunyai taktik penanggulangan COVID-19 merupakan mengintensifkan kapasitas mencakup manajemen klinis, surveilans, imunisasi, promosi kesehatan dan sebagainya.

“Upaya yang telah disiapkan merupakan rumah sakit telah mempunyai peringatan dini (early warning) dalam konversi daerah tidur, adanya kekuatan cadangan, kesiapan perbekalan kesehatan seperti oksigen, obat-obatan serta vaksinasi, secara khusus bagi kategori berisiko,” kata Juru Bicara Syahril.

Menurutnya taktik hal yang demikian tidak lepas dari pelajaran saat terjadi lonjakan kasus saat pandemi.

Kemenkes Pantau Pola Penyebaran Penyakit
Hingga saat ini, Kemenkes terus memantau pola penyebaran penyakit potensial Kejadian Luar Awam (KLB), termasuk COVID-19. Dikenal sekarang telah terbentuk jejaring pada lebih 15.000 fasilitas kesehatan, lab, dan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) di seluruh Indonesia guna memantau penyerbaran penyakit potensial hal yang demikian.

error: Content is protected !!