Pengusaha Beberkan Sejumlah Tantangan Bisnis Penyeberangan Tahun Ini

Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menjelaskan sejumlah tantangan bisnis yang tengah dihadapi.

Ketua Lazim Dewan Pimpinan Sentra (DPP) Gapasdap sbobet Khoiri Soetomo mengatakan, sebagian waktu terakhir terjadi peningkatan tarif operasional dari kapal-kapal anggota asosiasi. Keadaan ini diperparah dengan pelemahan skor tukar rupiah kepada dollar AS.

“Ini mengakibatkan keadaan penetapan tarif pada anggota penyeberangan semakin ketinggalan,” ujar Khoiri dalam Acara HUT ke 48 Gapasdap di Jakarta, Rabu (8/5).

Sebelumnya, sejumlah kendala bisnis juga dialami pelaku usaha penyeberangan saat melayani angkutan Lebaran 2024.

Khoiri mengisahkan, sejumlah pengusaha harus rela untuk mengoperasikan kapalnya untuk rutr yang lebih jauh tetapi dengan tarif yang sama. Sementara itu, kapal biasanya kembali dengan keadaan muatan kosong tanpa ada diferensiasi tarif. Keadaan ini semakin menekan bisnis pengusaha.

Dengan pelbagai tekanan bisnis tersebut, Khoiri mengatakan, akan sulit bagi pelaku usaha untuk memenuhi standar layanan minimum bagi masyarakat. Pihaknya bahkan berkeinginan supaya upaya penyesuaian tarif bisa lantas diputuskan oleh pemerintah.

“Sebelumnya tarif angkutan penyeberangan mengalami kekurangan 31,81% dari Harga Pokok Produksi (HPP) sesuai dengan perhitungan yang dilakukan oleh stakeholder tarif yang melibatkan Kementerian Perhubungan, ASDP, Gapasdap, dan diketahui oleh Kemenko Maritim Investasi,” kata Khoiri.

Untuk itu, Gapasdap bahkan sudah mengajukan permohonan legal kepada Kementerian Perhubungan melewati surat pada 25 April 2024 lalu.

error: Content is protected !!