Ingat, ART hingga Tukang Siomay Bisa Dijamin BPJS Ketenagakerjaan

Badan Pengelola Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) mampu menjamin pekerja informal. Itu termasuk termasuk bagi asisten rumah tangga (ART), tukang kebun, hingga tukang siomay langganan.

Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun menuturkan, pekerja informal ini mesti memandang risiko berasal dari pekerjaannya. Maka, dibutuhkan adanya jaminan layaknya yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Pekerja lebih kurang anda itu bukan hanya di rumah atau di kantor, andaikan apa pedagang yang langganan kita contoh pedagang siomay atau batagor yang biasa menjadi langganan dirumah itu menjadi pekerja-pekerja yang mampu kita ajak,” urainya kepada media, di Jakarta, Selasa (19/3/2024).

Oni mengatakan, orang-orang yang mampu mengajak mahjong slot pekerja informal itu adalah para pekerja formal. Misalnya, para pekerja kantoran atau majikan berasal dari ART tersebut yang telah lebih dahulu terjamin BPJS Ketenagakerjaan.

“Siapa yang kita sasar untuk mengajak pekerja informal itu? Ya pekerja resmi lewat program SERTAKAN,” tegasnya.

Informasi, ini menjadi program yang ditunaikan bertajuk Gerakan Nasional Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda (SERTAKAN) yang telah diperkenalkan sejak th. 2022. Melalui gerakan ini BPJS Ketenagakerjaan idamkan mengajak penduduk untuk ikut hiraukan dengan para pekerja BPU yang ada di sekitarnya dengan cara mengikutsertakannya menjadi peserta.

“Gerakan ini seiring dengan salah satu komitmen jaminan sosial yaitu gotong-royong. Semangat inilah yang idamkan kita perkuat gara-gara terhadap sesungguhnya banyak pekerja BPU (Bukan Penerima Upah) yang memang telah menyadari bahwa pekerjaannya berisiko dan perlu perlindungan, tetapi keterbatasan finansial membawa dampak mereka belum mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar dia.
Cukup Akses Aplikasi

Oni menyatakan bagi yang idamkan ikut serta didalam gerakan ini caranya lumayan ringan yaitu dengan terhubung aplikasi Jamsostek Mobile (JMO). Lewat aplikasi ini, pengguna mampu mendaftarkan pekerja yang ada di lebih kurang layaknya asisten rumah tangga (ART), supir pribadi, lebih-lebih hingga orang-orang paling dekat yang bekerja di sektor informal.

Pihaknya menambahkan bahwa hanya dengan iuran menjadi berasal dari Rp 36.800 per bulan, pekerja BPU tersebut dapat beroleh perlindungan 3 program yang terdiri berasal dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), serta Jaminan Hari Tua (JHT).

“Dengan punyai perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan pasti para pekerja mampu bekerja tanpa rasa cemas, gara-gara semua risiko yang berjalan pas bekerja dapat ditanggung BPJS Ketenagakerjaan, diantaranya perawatan tanpa batas biaya, santunan kematian, hingga manfaat beasiswa pendidikan untuk 2 orang anak senilai maksimal Rp174 juta. Tentunya ini sesuai dengan kampanye kita yaitu Kerja Keras Bebas Cemas,” ujar Oni.

Duet BPJS Ketenagakerjaan-Pos Indonesia Beri Manfaatkan ke Pekerja Formal, Informal, hingga UKM

Sebelumnya diberitakan, PT Pos Indonesia (Persero) lagi melanjutkan kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan didalam program Racing Contest Joint Marketing terhadap 2024. Kolaborasi ini dilanjutkan setelah memandang pencapaian positif terhadap program tersebut terhadap th. lalu.

Keberlanjutan kolaborasi program Racing Contest Joint Marketing terhadap th. ini mendapat sambutan positif berasal dari Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Haris. Ia menilai program tersebut punyai banyak manfaat, termasuk menaikkan persaingan sehingga memacu semangat bekerja para karyawan.

“Kami memandang berasal dari information yang ada bahwa kegiatan Racing ini merupakan salah satu cara kami. Saya memandang termasuk cara ini banyak ditiru oleh teman-teman lain untuk produk-produk lain. Jadi memacu semangat teman-teman berkompetisi,” ujar Haris.

Setelah ditunaikan evaluasi, diputuskan bahwa program tersebut tetap dilanjutkan terhadap 2024 ini.

“Karena itu, kita memandang program ini tetap dilanjutkan. Karena berdasarkan evaluasi kita terhadap 2023, luar biasa pencapaian kami. Kami berharap dengan adanya program Racing terhadap 2024, dapat mendorong capaian luar biasa,” lanjutnya.

Bukan hanya berasal dari segi Pos Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan, program ini termasuk dipercayai menambahkan manfaat kepada masyarakat. Terutama bagi para pekerja di Tanah Air baik pekerja formal, informal, maupun pelaku UKM.

“Ini yang mesti kita tetap dorong. Karena memang banyak manfaat yang mampu didapatkan oleh masyarakat, pendaftar, jikalau mereka ikut program BPJS Ketenagakerjaan ini,” tutur Haris.

Haris pun mengaku Pos Indonesia termasuk terhubung kesempatan sehingga kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan mampu tetap berlanjut, lebih-lebih berkembang jadi luas. Saat ini, ke dua pihak telah bekerja sama untuk program iuran. Selanjutnya, mereka sedang menggodok kerja sama untuk program klaim manfaat.

“Yang sedang kita cobalah gagas adalah klaim. Jadi, penduduk mampu mengajukan klaim lewat PT Pos Indonesia. Ini didalam proses. Yang menyadari kolaborasinya dapat tetap dan mungkin banyak didalam pertumbuhan ke depannya yang kita mampu sinergikan,” paparnya.

 

error: Content is protected !!