Rudal Serangan Darat

5 Senjata Andalan Hizbullah untuk Serang Israel

Pasukan Israel dan Hizbullah Lebanon terlibat baku tembak lintas batas yang makin sengit sejak 7 Oktober 2023, yang merupakan eskalasi terbesar di perbatasan sejak kelompok yang didukung Iran dan Israel berperang terhadap tahun 2006. Tidak tidak cukup dari 93 ribu warga Israel di dekat perbatasan bersama dengan Lebanon mengungsi gara-gara cemas terkena peluru Hizbullah yang dapat berkunjung kapan saja.

Alasan Hizbullah menyerang adalah bentuk perlindungan bagi sbobet indonesia masyarakat Gaza yang dibombardir Israel bersama dengan alasan menghabisi Hamas. Media Israel Haaretz terhadap Rabu, 10 Januari 2024, melaporkan bahwa penggunaan Hizbullah rudal anti-tank sebagai senjata penembak jitu. Seperti apa kemampuan senjata proksi Iran ini

Hizbullah dapat dikatakan keliru satu kelompok non-negara yang miliki persenjataan paling berat di dunia. Mereka merupakan sekutu Iran paling tangguh didalam “Poros Perlawanan”, yang termasuk kelompok Islam Palestina Hamas, milisi Irak, dan lainnya. Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah menyatakan kelompoknya miliki 100.000 pejuang.

Berikut adalah lebih dari satu senjata Hizbullah yang paling signifikan, berdasarkan pengakuan Hizbullah, sumber keamanan, ahli senjata, dan laporan akademis, yang dikumpulkan Reuters.

100 Ribu Roket

Kekuatan militer Hizbullah didukung oleh persenjataan roket yang luas. Para ahli percaya kelompok Islam Syiah ini miliki lebih dari 100.000 roket waktu ini. Hizbullah menyatakan mereka miliki roket yang dapat menghantam seluruh lokasi Israel. Banyak dari roket tersebut tidak terarah, tapi juga miliki rudal presisi, drone dan rudal anti-tank, anti-pesawat dan anti-kapal.

Pendukung dan pemasok senjata utama Hizbullah adalah Iran. Para ahli menyatakan Republik Islam ini mengirim senjata lewat jalur darat Irak dan Suriah, keduanya merupakan negara Timur Tengah di mana Iran miliki interaksi dekat dan pengaruh. Banyak dari senjata kelompok tersebut adalah type Iran, Rusia atau Cina.

Rudal Serangan Darat

Roket terarah merupakan anggota terbesar dari persenjataan rudal Hizbullah didalam perang terakhir bersama dengan Israel terhadap 2006, kala kelompok tersebut menembakkan kurang lebih 4.000 rudal ke Israel – lebih dari satu besar adalah rudal jenis Katyusha buatan Rusia bersama dengan jangkauan sampai 30 km. Hizbullah miliki type Iran, seperti roket Raad (bahasa Arab untuk Guntur), Fajr (Fajar) dan Zilzal (Gempa Bumi), yang miliki muatan lebih kuat dan jangkauan lebih jauh dibandingkan Katyusha.

Nasrallah menyatakan perubahan terbesar didalam persenjataan kelompok ini sejak tahun 2006 adalah perluasan proses panduan presisi. Tahun lalu, dia menyatakan Hizbullah miliki kemampuan di Lebanon untuk melengkapi ribuan roket bersama dengan proses panduan untuk menjadikannya rudal yang presisi. Hal ini menempatkan lebih banyak lokasi Israel didalam jangkauan Hizbullah, dan para ahli menyatakan perihal ini memungkinkan kelompok tersebut menyerang sasaran yang lebih khusus seperti infrastruktur perlu dan web site militer.

Mengisyaratkan rusaknya yang dapat ditimbulkannya, Nasrallah terhadap 2016 membawa dampak ancaman terselubung bahwa Hizbullah bakal menyerang tangki penyimpanan amonia di kota pelabuhan Haifa di Israel utara, bersama dengan menyatakan bahwa dampaknya bakal “seperti bom nuklir”.

Rudal anti-Tank

Hizbullah pakai rudal anti-tank berpemandu secara ekstensif terhadap perang tahun 2006. Mereka ulang mengerahkan roket berpemandu didalam pertempuran terakhir, yang menghantam posisi Israel di perbatasan. Israel menyatakan terhadap waktu serangan terakhir itu bahwa mereka sudah menanggapi rudal anti-tank.

Hizbullah sudah mengunggah video yang dikatakannya sebagai serangan segera terhadap tank Israel dan kendaraan militer lainnya sejak 7 Oktober 2023. Video juga membuktikan serangan terpandu terhadap instalasi militer di segi Israel di perbatasan utara negara itu bersama dengan Lebanon.

Rudal anti-Pesawat

Hizbullah menyatakan terhadap 29 Oktober 2023 bahwa mereka sudah menembak jatuh sebuah drone Israel di Lebanon selatan bersama dengan rudal permukaan-ke-udara, yang merupakan pertama kalinya mereka mengumumkan insiden semacam itu.

Tidak tersedia komentar dari Israel mengenai klaim tersebut, tapi sehari pada mulanya militer Israel menyatakan sudah menggagalkan rudal permukaan-ke-udara yang ditembakkan ke arah kendaraan udara tak berawak (UAV) Israel, dan bahwa militer sudah merespons bersama dengan menyerang area rudal tersebut berasal. Namun pihaknya tidak beri tambahan lokasinya. Para ahli pada mulanya menyatakan Hizbullah membawa rudal anti-udara di gudang senjatanya.

Rudal anti-Kapal

Hizbullah pertama kali membuktikan bahwa mereka miliki rudal anti-kapal terhadap tahun 2006, kala mereka menghantam kapal perang Israel berjarak 16 km dari terlepas pantai, menewaskan empat personel Israel dan menyebabkan kerusakan kapal tersebut.

Hizbullah sejak itu menyiarkan video yang dikatakannya membuktikan lebih banyak senjata yang serupa yang digunakan terhadap 2006. Dikatakan bahwa tujuan jaman depan mereka mungkin termasuk infrastruktur gas terlepas pantai Israel.

Baca Juga: https://2000nissanmaxima.org/belum-pernah-terjadi-sebelumnya-hizbullah-gunakan-rudal-anti-tank-hadapi-israel/

Drone

Drone punya Hizbullah, juga type Ayoub dan Mersad yang dirakit secara lokal, lebih dari satu besar digunakan untuk pengintaian, kendati mereka dapat membawa muatan persenjataan kecil. Para ahli menyatakan drone, yang dapat diproduksi bersama dengan harga murah dan didalam kuantitas besar, mungkin ditujukan untuk menguras proses pertahanan udara Iron Dome Israel.

Israel menuduh Iran terhadap bulan September membangun landasan udara di Lebanon selatan yang dapat digunakan untuk melancarkan serangan. Sumber non-Israel yang paham lokasi tersebut menyatakan bahwa landasan itu dapat menampung drone besar yang berpotensi dipersenjatai, berdasarkan desain Iran.

error: Content is protected !!